“Kalo
yang ini rumah siapa Bu, kok
saya sering lihat banyak anak muda kumpul-kumpul disini?”
“Ini Averroes Bu”
“Averroes...? Apa itu Averroes?”
Percakapan dan berbagai pertanyaan
tersebut menyeruak ketika Hari Raya Idul Adha tahun lalu. Pemotongan hewan kurban yang terpusat di Musholla Al-Fajr,
mau tidak mau membuat rumah yang bersebelahan dengan musholla ketiban sampur. Efeknya? Namanya juga ibu-ibu. Ditanya harga terong
saja jawabannya bisa sampai pada kondisi inflasi dunia. Apalagi hanya sekedar
tanya rumah siapa.
Seyogyanya, pertanyaan macam tersebut di
atas bukan kali pertama muncul. Seringkali, di pojokan gang tatkala sedang
bersih-bersih perumahan, di joglo ketika ada dua orang sedang curhat tentang
mantan dan masa depan, di forum-forum kumpulan atau bahkan di kamar kosan
perempuan, pertanyaan tersebut tetiba muncul sebagai bahan perbincangan.
Lantas apa itu Averroes...?
Stigma atau asumsi nyinyir jika mendengar kata Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari
masyarakat umum ialah hal pertama yang dihindari oleh segenap kru dan santri
Averroes. Benar, Averroes sejatinya adalah organisasi yang secara de facto dan de jure termasuk dalam bagian dari LSM, sama dengan Wahid
Institute, Indonesia Corruption Watch, atau juga American Red Cross alias
Palang Merah Amerika.
Jika merujuk kalender masehi, Averroes
telah mengudara sejak era reformasi. Artinya, usia Averroes sama dengan usia
mahasiswa baru (dengan catatan mahasiswa tersebut dahulu tidak pernah tinggal
kelas). Namun, sebagai warga Dwiga, umur Averroes baru sekitar dua tahun.
Ada
Apa Saja di Averroes?
Ada
rumah, sepeda motor, wajan, potongan kuku, kulkas dan peralatan perang lainnya.
Hihihii.
Averroes memiliki arah dan tujuan untuk
mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik SDM
anggota maupun masyarakat pada umumnya. Berbagai kegiatan dilaksanakan sebagai
salah perwujudan dari tujuan-tujuan tersebut. Semisal;
| Diskusi Reboan |
Diskusi
Reboan
Forum diskusi yang dilaksanakan pada
Rabu malam. Tema diskusi beragam, tergantung keinginan dan kesepakatan. Kadang
bahas tema sosial, politik, olahraga, lifestyle
dan tema-tema keren lainnya. Namun, kadang juga bahas hal menye-menye macam mendapatkan cinta wanita beranak dua.
Astaghfirullah.
| Pelatihan Metodologi Penelitian |
Pelatihan-Pelatihan
Berbagai pelatihan hinggap dan terus
dikhtiarkan di Averroes. Beberapa pelatihan yang biasa dilakukan ialah kelas
jurnalistik, kelas metode penelitian, kelas bahasa inggris, bahasa hewan, bahasa alien hingga bahasa
kalbu.
| English Class |
Pendampingan
Masyarakat
Untuk yang ini rahasia perusahaan. Cukup
semuanya tau bahwa pendampingan yang dilakukan adalah pendampingan yang
positif.
| Keluarga Besar Averroes |
Siapa
Saja Personilnya?
Menjelaskan siapa saja di Averroes sama
rumitnya dengan mencari keberadaan informasi siapa saja nama anak kos Pak Saproni
atau juga nama-nama tetangga Pak Kris.
Mudahnya begini;
Jika berkebetulan melihat Pak Heru (Ketua RT) sedang berjalan
atau boncengan dengan pria kurus, tinggi dan rahangnya lebih terlihat daripada
kulitnya, namanya Mas Malik. Ia merupakan penjaga pintu Neraka. Eh, salah.
Tangan kanan Pak RT maksudnya.
Jika ada anak di A3 no. 12 sedang main gitar
dengan begitu mahirnya, ia adalah Mas Nizar. Dia paling jago menaklukkan hati para
wanita dengan bermodal nada-nada gitar saja.
Jika Anda bertemu dengan pria hampir
matang dengan rambut klimis akibat penggunaan pomade yang berlebihan, itu pasti Mas Uvi dan Mas Rois. Membedakan
keduanya mudah, Mas Uvi rambutnya lurus dan Mas Rois rambutnya. . . . . .
Ada yang berciri mirip dengan Mas Malik,
namanya Mas Anas. Dia jagonya dalam hal main seruling, ambil gambar, ambil angle video dan ambil hati yang tercecer
di pelataran. Dia adalah kakaknya Mas Malik. Insyaallah.
Mas Abdul Fattah, pecinta ilmu dan
penggila buku. Santri Averroes yang selalu bayar separuh ketika masuk tempat
wisata.
Ustadz Mujtabah. Bagi kami, beliau adalah
danyang penjaga tiang keberlangsungan kehidupan.
Satu lagi, tapi identitas
dirahasiakan-mengingat yang bersangkutan tidak mau dideskripsikan karena dapat
menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.
Itulah Averroes. Sebagai warga Dwiga, para santri Averroes hanya ingin
dikenal sebagai tetangga yang baik. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang
artinya, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka
hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhori Muslim). [ben][kr]
“Oooh... Jadi begitu ...”
“Eh bu.. bu... kalo yang mas itu siapa namanya”
“Itu mas Ruben”
“Ow... Namanya mas Ruben... Cucok dengan kepanjangan namanya,
RUpawan BENer....
“Emang kenapa bu...”
“Enggaaak... Sepertinya dia cocok sama anak saya”
“Lho, anak ibu kan lakik”


Komentar
Posting Komentar