Langsung ke konten utama

Misteri Rumah A3 No. 12 Akhirnya Terkuak



“Kalo yang ini rumah siapa Bu, kok saya sering lihat banyak anak muda kumpul-kumpul disini?”




“Ini Averroes Bu”
“Averroes
...? Apa itu Averroes?”

Percakapan dan berbagai pertanyaan tersebut menyeruak ketika Hari Raya Idul Adha tahun lalu. Pemotongan hewan kurban yang terpusat di Musholla Al-Fajr, mau tidak mau membuat rumah yang bersebelahan dengan musholla ketiban sampur. Efeknya? Namanya juga ibu-ibu. Ditanya harga terong saja jawabannya bisa sampai pada kondisi inflasi dunia. Apalagi hanya sekedar tanya rumah siapa.

Seyogyanya, pertanyaan macam tersebut di atas bukan kali pertama muncul. Seringkali, di pojokan gang tatkala sedang bersih-bersih perumahan, di joglo ketika ada dua orang sedang curhat tentang mantan dan masa depan, di forum-forum kumpulan atau bahkan di kamar kosan perempuan, pertanyaan tersebut tetiba muncul sebagai bahan perbincangan.


Lantas apa itu Averroes...?

Stigma atau asumsi nyinyir jika mendengar kata Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari masyarakat umum ialah hal pertama yang dihindari oleh segenap kru dan santri Averroes. Benar, Averroes sejatinya adalah organisasi yang secara de facto dan de jure termasuk dalam bagian dari LSM, sama dengan Wahid Institute, Indonesia Corruption Watch, atau juga American Red Cross alias Palang Merah Amerika.

Jika merujuk kalender masehi, Averroes telah mengudara sejak era reformasi. Artinya, usia Averroes sama dengan usia mahasiswa baru (dengan catatan mahasiswa tersebut dahulu tidak pernah tinggal kelas). Namun, sebagai warga Dwiga, umur Averroes baru sekitar dua tahun.

Ada Apa Saja di Averroes?

Ada rumah, sepeda motor, wajan, potongan kuku, kulkas dan peralatan perang lainnya. Hihihii.
Averroes memiliki arah dan tujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik SDM anggota maupun masyarakat pada umumnya. Berbagai kegiatan dilaksanakan sebagai salah perwujudan dari tujuan-tujuan tersebut. Semisal;

Diskusi Reboan
Diskusi Reboan
Forum diskusi yang dilaksanakan pada Rabu malam. Tema diskusi beragam, tergantung keinginan dan kesepakatan. Kadang bahas tema sosial, politik, olahraga, lifestyle dan tema-tema keren lainnya. Namun, kadang juga bahas hal menye-menye macam mendapatkan cinta wanita beranak dua. Astaghfirullah.

Pelatihan Metodologi Penelitian
Pelatihan-Pelatihan
Berbagai pelatihan hinggap dan terus dikhtiarkan di Averroes. Beberapa pelatihan yang biasa dilakukan ialah kelas jurnalistik, kelas metode penelitian, kelas bahasa inggris, bahasa hewan, bahasa alien hingga bahasa kalbu.

English Class
Pendampingan Masyarakat
Untuk yang ini rahasia perusahaan. Cukup semuanya tau bahwa pendampingan yang dilakukan adalah pendampingan yang positif.

Keluarga Besar Averroes
Siapa Saja Personilnya?
Menjelaskan siapa saja di Averroes sama rumitnya dengan mencari keberadaan informasi siapa saja nama anak kos Pak Saproni atau juga nama-nama tetangga Pak Kris.
Mudahnya begini;
Jika berkebetulan melihat Pak Heru (Ketua RT) sedang berjalan atau boncengan dengan pria kurus, tinggi dan rahangnya lebih terlihat daripada kulitnya, namanya Mas Malik. Ia merupakan penjaga pintu Neraka. Eh, salah. Tangan kanan Pak RT maksudnya.

Jika ada anak di A3 no. 12 sedang main gitar dengan begitu mahirnya, ia adalah Mas Nizar. Dia paling jago menaklukkan hati para wanita dengan bermodal nada-nada gitar saja.

Jika Anda bertemu dengan pria hampir matang dengan rambut klimis akibat penggunaan pomade yang berlebihan, itu pasti Mas Uvi dan Mas Rois. Membedakan keduanya mudah, Mas Uvi rambutnya lurus dan Mas Rois rambutnya. . . . . .

Ada yang berciri mirip dengan Mas Malik, namanya Mas Anas. Dia jagonya dalam hal main seruling, ambil gambar, ambil angle video dan ambil hati yang tercecer di pelataran. Dia adalah kakaknya Mas Malik. Insyaallah.

Mas Abdul Fattah, pecinta ilmu dan penggila buku. Santri Averroes yang selalu bayar separuh ketika masuk tempat wisata.

Ustadz Mujtabah. Bagi kami, beliau adalah danyang penjaga tiang keberlangsungan kehidupan.
Satu lagi, tapi identitas dirahasiakan-mengingat yang bersangkutan tidak mau dideskripsikan karena dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

Itulah Averroes. Sebagai warga Dwiga, para santri Averroes hanya ingin dikenal sebagai tetangga yang baik. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhori Muslim). [ben][kr]

“Oooh...  Jadi begitu ...”
“Eh bu.. bu... kalo yang mas itu siapa namanya”
“Itu mas Ruben”
“Ow... Namanya mas Ruben... Cucok dengan kepanjangan namanya, RUpawan BENer....
“Emang kenapa bu...”
“Enggaaak... Sepertinya dia cocok sama anak saya”

“Lho, anak ibu kan lakik”

Komentar