
Kata orang-orang tua, yang namanya hidup pasti pernah bersinggunan dengan masalah. Terkadang Masalah datang begitu saja tanpa bilang permisi dan tanpa basa basi. Dalam situasi seperti itu terkadang kita butuh seseorang yang mau sekedar meminjamkan telinganya untuk mendengar curhat kita bahkan sekadar meminta solusi untuk persoalan yang bikin emosi membuncah, kalau orang smart mah (sundanese English) biasanya minta solusinya ke Tuhan. Tapi terkadang yang namanya manusia masih belum puas meski sudah curhat ke Tuhan, kalau dulu anak-anak angkatan gue (bukan angkatan babe gue, karena gue udah jadi babe) kalo curhat nulisnya di buku diary, trus disembunyiin, tapi ada juga buku diary yang di design ada gemboknya, jadi nggak perlu susah susah nyembunyiin.
Kembali ke soal curhat, sudah curhat ke Tuhan sampai nangis nangis, sudah nulis di buku diary sampai tetesan air mata yang jatuh di buku diberi lingkaran, tetep aja belum puas, pengennya ada yang menimpali ungkapan isi hatinya, kalau kata ustadz Afif, ke manusia juga penting pak, kan ada habblum minallah, jadi jangan lupa habblum minannas juga. ok lah tadz, serahlu...hihihi...
Nah sekarang apa itu curhat, curhat itu ya curahan hati, kalo itu mah Ken [8] juga tau. Menurut bahasa Sunda curhat itu singkatan dari "curuk jahat", apa itu curuk jahat mari kita tanya ke pak Asep atau bu Ariyani istri pak Asep mantan mojang Bandung.
Kelamaan ya hehehe... Setelah saya berkonsultasi dengan mbak google, dalam bahasa Indonesia curuk jahat itu artinya "jari telunjuk jahat" sebuah kata kerja yang dalam bahasa Inggrisnya disebut "petting". sudah paham kan hehehe...
Sekarang kembali agak serius soal curhat nih. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Curhat atau Curahan Hati adalah Mengungkapkan perasaan dan isi hati kepada orang yang di percaya atau sebuah aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari setiap hubungan. Bisa mengenai hal-hal sepele, bisa juga tentang permasalahan yang berat. Biasanya, semakin dekat hubungan kita dengan seseorang, maka isi dan tema dari curhat pun semakin dalam dan bervariasi. Nah sudah semakin tau nih mengenai apa itu curhat.
Nah berikut nomor-nomor penting yang dapat anda hubungi bila butuh curhat:
1. Curhat soal hubungan bertetangga 0813-3403-1103
2. Curhat soal Keamanan 0812-8044-563
Anda juga bisa curhat ke wakilnya:
3. 0856-3626-641 (tapi konon HP nya masih rusak)
Mau langsung ke anak buahnya, bisa, antara lain4. 0857-48495931
5. 0819-4491-2242
6. 081233565062
7. Kalau merasa ada gangguan keamanan di malam hari bisa curhat ke 0821-4030-9955
8. Curhat soal Lingkungan 08123467497
9. Bisa juga ke wakilnya 0856-3531-686
O iya, begitu telpon anda diterima, langsung saja sebut namanya, misalnya:
1. Hallo... Ini pak Heru Ketua RT ya
2. Punten... ini pak Asep Ketua Sie Keamanan ya
3. Halo Sam... pak Agit Wakil ketua Sie Keamanan ya
4. Halo... Niki pak Widodo Securty nggeh
5. Halo bro... Pak Pardi Security ya
6. Halo... Ngapunten niki pak Iwan Security nggeh
7. Sugeng dalu mbah... niki mbah Joko Security nggeh
8. Assalamualaikum... Meniko nopo leres nomeripun abah Doni
9. Pak Fariz sehaatttt... (asam urat sering kambuh)
Saran saya, save nomor-nomor tempat curhat di atas di HP anda, mereka dapat anda hubungi kapan saja.
Tapi kalau nggak bayar uang iuran bulanan warga ya mohon maaf, curhatan anda akan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri, alias "no reken you" (Javanese English). [kr]
Komentar
Posting Komentar